Iran: 35 Basis As Masuk Jangkauan Rudal Kami



Iran: 35 Basis As Masuk Jangkauan Rudal Kami [ www.BlogApaAja.com ]

Militer Iran uji coba rudal anti radar



Iran memperingatkan bahwa "dalam hitungan menit" negeri itu bakal menggempur basis-basis militer AS di Timur Tengah beserta Israel dengan rudal-rudal mereka begitu diserang. Ini terkait dengan sinyalemen dari Israel dan AS, yang akan mengerahkan aksi militer bila masyarakat internasional tidak bisa membujuk Iran melucuti teknologi nuklirnya lewat meja perundingan.

Menurut kantor berita Reuters, peringatan itu dilontarkan Komandan Udara dari Korps Garda Revolusi Iran, Amir Ali Haji Zadeh, seperti yang dilaporkan media massa setempat Rabu kemarin. Iran pun pada hari itu memperpanjang sehari ujicoba penembakan rudal balistik mereka.

"Basis-basis (AS) ini masuk dalam jangkauan rudal kami, dan wilayah pendudukan (Israel) sasaran empuk kami juga," kata Zadeh, yang dikutip kantor berita Iran, Fars. "Kami telah mempertimbangkan pendirian basis-basis dan pengerahan rudal untuk menghancurkan semua basis dalam hitungan menit begitu ada serangan (ke Iran)," lanjut Zadeh.

Dia tidak menyebut secara rinci pangkalan AS mana saja yang menjadi target rudal Iran. Namun Zadeh mengungkapkan 35 basis militer AS berada dalam jangkauan rudal Iran, yang mampu menjelajah hingga 2.000 km.

AS selama ini menempatkan pangkalan militer di beberapa negara Timur Tengah dan sekitarnya, seperti di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Turki. Washington pun memiliki sekitar sepuluh basis tambahan di Afganistan dan Kyrgyzstan.

Sebelumnya, Israel sudah mengisyaratkan bakal menyerang Iran bila jalan diplomasi gagal memaksa Teheran melucuti teknologi nuklirnya. AS juga mengemukakan bahwa aksi militer bisa menjadi pilihan terakhir, namun sejauh ini baru menerapkan tekanan diplomatik dan penerapan sanksi ekonomi dan keuangan atas Iran.

Pemerintah Iran berkali-kali menyatakan tidak mau melucuti teknologi nuklir karena berguna untuk tujuan damai, seperti kepentingan riset dan pembangkit listrik. Namun, AS dan Israel serta negara-negara Barat lain - yang juga pemilik senjata nuklir - curiga Iran mengembangkan teknologi itu untuk membuat senjata penghancur massal. []

Follow On Twitter