Insomnia, Penyakit Atau Bukan?



Insomnia, Penyakit Atau Bukan? [ www.BlogApaAja.com ]

Agar tubuh tetap fit sepanjang hari, tiduryang cukup harus dipenuhi. Namun tidak semua orang bisa gampang tidur. Adabeberapa orang yang menjadi "kalong" lantaran melek hampir sepanjang malamgara-gara insomnia. Lalu apakah insomnia itu termasuk penyakit?

Menurut dr Rimawati Tedjasukmana, SpS, RPSGTdari RS Medistra Jakarta, insomnia bisa disebut sebagai penyakit karena bisamembuat yang mengalaminya menderita. Nah, seseorang dikatakan memiliki insomniajika tidak bisa atau sulit untuk memulai tidur.

Orang yang mengalami insomnia juga sulitmempertahankan tidur walaupun ada kesempatan cukup untuk tidur. Karena kurangtidur, maka yang bersangkutan akan gampang marah, mengantuk, stres, sehinggakegiatannya terganggu.

"Misalnya ada orang yang hanya tidur 3jam tapi ia senang-senang saja maka itu bukan insomnia. Selama ia tidak adagangguan di siang hari maka itu bukan insomnia," tutur dr Rimawati saatberbincang dengan detikHealth

.

Berbeda dengan dr Rimawati, dr AndreasPrasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran, menilai insomnia sebenarnya barugejala, dan bukan penyakit. Menurutnya banyak gangguan tidur dengan gejalainsomnia.

"Seperti restless legs syndrome, sleepapnea (ngorok), jetlag, shift worker, delayed sleep-phase disorder atauadvanced sleep phase disorder," terangnya.

Kira-kira ada seratusan gangguan tidur yangdiklasifikasikan dalam The International Classification of Sleep Disorder.

Orang yang Rentan Insomnia



dr Andreas menjelaskan perempuan lebih rentanmengalami insomnia. Hal ini dikarenakan faktor dalam tubuhnya, misalnya karenaperempuan mengalami menstruasi.

Nah, pre menstruation syndrome (PMS) akanmembuat perempuan gelisah, yang kemudian membuatnya tidak bisa tidur.

"Ada lagi kehamilan dan menjelangpersalinan. Tapi pada awal kehamilan, perempuan justru mengalami kantuk yangberlebihan karena kebutuhan tidurnya banyak," tutur pria yang akrab disapadr Ade ini.

dr Rimawati menambahkan orang yang berisikomengalami insomnia antara lain adalah orang yang pencemas, perfeksionis, ataudi dalam keluarganya memiliki kondisi sulit tidur. Dengan kondisi seperti itu,maka bila yang bersangkutan stres sedikit saja akan membuat tidak bisa tidur.

"Jadi ada faktor genetik dan ditambahdengan sifat si orang itu sendiri," ucap dr Rimawati.

Selain itu ada juga hal-hal kecil yang memicuinsomnia seperti kebiasaan buruk minum kafein di sore hari dan olahragamalam-malam. Bekerja hingga larut malam di tempat tidur apalagi denganmenggunakan laptop juga bisa menjadi pemicu. Karena itulah penyebab insomniamenjadi kompleks.


Follow On Twitter